Minggu, 09 November 2014

Ayoo Berlatih Bahasa Jepang

Hei guys..... Genki desu ka?
Ada yang ingin melanjutkan sekolah di Jepang tidak?????? :D
Denger-denger di Jepang itu surganya engineer lho, nah bagi kalian yang gila banget dengan apa yang dipelajari oleh seorang engineer dan pengen melanjutkan sekolah ke Jepang yuukk kita belajar bareng bahasa jepang. Pertama-tama jika kita baru datang ke Jepang otomatis kita akan memperkenalkan siapa diri kita dengan bahasa Jepang menggunakan kalimat berikut "Hajimemashite, watashi wa Subasa desu. O namae wa?" Kalimat O namae wa? sering digunakan untuk menanyakan nama seseorang dalam percakapan sehari-hari yang berarti "nama mu siapa?". Kata ganti orang wa menyatakan nama, (nama) desu. San digunakan untuk akhiran nama orang dewasa, kun digunakan untuk anak kecil (laki-laki) dan chan untuk anak kecil (perempuan). O namae wa lebih populer diucapkan daripada kalimat Namae wa nan desu ka, padahal keduanya memiliki maksud yang sama. 

Desu dan masu adalah akhiran dari sebuah kalimat. Saat membaca (mengucapkan) akhiran desu dan masu, bisa menghilangkan bunyi "u" sehingga menjadi "des" dan "mas". 
Contoh:
Ohayou gozaimasu        /Ohayoo gozaimas/
Namun dalam percakapan sehari-hari, ada juga Nihonjin (Orang Jepang) yang tetap mengucapkan akhiran bunyi "u" menjadi "e" samar-samar, hingga bunyinya terdengar menjadi "dese" dan "mase". Namun, pada umumnya akhiran "desu" dan "masu" diucapkan menjadi "des" dan "mas".

Daftar Kosa Kata

Naahhh,, bagi temen-temen yang ingin cepet bisa mengucapkan atau berdialog bahasa jepang bisa secara rutin melihat dan memperhatikan anime Jepang. Lihat caranya ngomong, perhatikan setiap dialognya, mungkin itu cara yang jitu untuk berlatih bahasa jepang. Selamat belajaaaaaarrrr.... :D

Refrensi: 
Buku: Cepat Dan Praktis Belajar Bahasa Jepang, oleh Suherman, S.Si., M.Sc. & Rizki J Suherman, S. Farm., Apt.

Kamis, 30 Oktober 2014

Terpaksa Jember

Kurang lebih dua tahun silam, sesuatu yang tidak pernah disangka dan tak sedikit pun dinyana. Hanya sekedar ingin menuruti kehendak orang tua, aku pun menjatuhkan pilihan ku di Universitas Jember ini. Ya, hanya karena orang tua aku berada di tempat ini. Bukan sebuah penyesalan yang akan saya utarakan, namun berkah atas tujuan yang sama sekali tidak pernah ada dibenak saya untuk melanjutkan sekolah di Universitas ini. Bayangkan saja mimpi dan harapan sejak saya mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) tepatnya di semester pertama, waktu itu saya terlanjur jatuh cinta dengan Universitas Airlangga, Surabaya. Segala upaya dan usaha saya lakukan untuk dapat masuk di salah satu universitas keren di Indonesia itu, namun nasib berkata lain penentangan oleh orang tua dengan alasan bahwa letaknya yang jauh dari kota dimana saya dibesarkan yaitu Banyuwangi, alasan yang kedua mungkin karena saya prempuan maka tidak diijinkan jika jauh dari orang tua.
Awal yang membuat saya jatuh cinta dan ingin melanjutkan sekolah di Universitas Airlangga, Surabaya yaitu pertama karena namanya yang keren. hehehe... Karena pada awal kita masuk SMA guru BK (Bimbingan Konseling) memberikan tugas mengenai universitas mana yang akan kami ambil setelah lulus dari SMA sebab sekolah kami bukan sekolah kejuruan jadi wajar kalau kebanyakan orang berpendapat bahwa lulusan SMA butuh sekolah yang berkelanjutan yaitu kuliah. Dengan sigap dan penuh semangat saya langsung tanya ke mbah google, mula-mula saya ketok pintu rumah mbah google dan mengetikkan universitas negeri di Jawa Timur dan mbah google pun menjawab pertanyaan saya, dia tampilkan universitas-universitas yang ada di Jawa Timur salah satunya Universitas Airlangga, yang pertama ada dibenak saya "ahaaa,, nama  yang cukup keren" :D tidak menunggu waktu lama, saya langsung buka profile universitas tersebut beserta jurusannya. Tepat sekali ada salah satu jurusan di universitas tersebut yang membuat saya semakin jatuh cinta yaitu fisika. 
Mimpi itu tetap saya bawa hingga kelas tiga SMA, dan pada akhirnya kesempatan emas muncul. Salah satu teacher menunjuk saya dan rekan saya untuk mengikuti olimpiade fisika yang diadakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya, dengan semangat dan bahagia tiada tara kami berlatih serta selalu dibimbing oleh teacher untuk memecahkan persoalan fisika. Mulai dari materi persamaan vektor, mekanika, GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan), GLB (Gerak Lurus Beraturan), Fluida, dll, rumus fisika makanan pagi kami. Mulai dari rumus Ek= 1/2mv2, Em=Ek+Ep, dll. mulai dari babak penyisian yang kami lalui yang  bertempatkan di salah satu sekolah di kota Genteng, Banyuwangi. Dan untuk peserta yang berhasil masuk ke babak semifinal akan diumumkan pada tanggal 20 pukul 21.00 WIB (untuk bulannya saya lupa) :D, dan syukur Alhamdulillah kami masuk ke babak semifinal, event itu merupakan event tahunan dimana setiap team terdiri dari dua orang.  Rasa bahagia menyelimuti hati kami, bagaimana tidak dengan hitungan hari kami go to Unair bukan untuk melancong terlebih membawa nama almamater sampai tingkat provinsi. Sesuatu yang luar biasa bagi saya akhirnya saya bisa lebih dekat dan sedikit lebih dalam mengetahui Universitas Airlangga yang sedari dulu saya impi-impikan. Jika temen-temen ingin melihat brosur lombanya klik disini
Waktu berlalu begitu cepat dan harapan saya kandas, pasalnya keinginan yang tidak sejalan dengan kemauan orang tua. Rasa sakit itu ada disini dihati, kalo kata anak gaul sekarang "sakiiitttnyaaa tuucchh disiniiii". Tapi ya sudahlah demi orang tua, saya menurunkan ego saya. Pada saat itu saya mendaftar PMDK di Politeknik Negeri Jember dengan mengambil jurusan yang pertama Teknik Energi Terbarukan (TET) dan Alhamdulillah saya lolos seleksi tahap awal, untuk tes tahap berikutnya yaitu tes wawancara saat itu nomor urut tes wawancara saya 572 dan pelaksanaannya pada tanggal 6-7 Juni 2012. Disitu kami dibagi dua gelombang berdasarkan nomor urut tes, pada gelombang 1 untuk nomor urut 1-256 tes dilaksanakan tanggal 4 dan 5 Juni 2012, dan gelombang ke dua tes dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juni 2012 dengan nomor tes 257-660. Namun, saya mangkir dari tes wawancara tersebut. Pasalnya, pengumuman SNMPTN Undangan lebih dulu keluar dibandingkan tanggal pelaksanaan tes wawancara POLIJE. Dan Alhamdulillah saat itu saya diterima di Universitas Jember (UJ) di fakultas teknik jurusan teknik elektro, ada rasa senang dihati saya sebab saya tak perlu susah-susah merebutkan kursi di PTN. Tapi, perasaan sedih muncul "andaikan aku diam-diam daftar di Unair dan diterima disana pastilah orang tua akan menghendaki karena sebuah alasan yang akan saya buat mulai dari alasan A sampai Z" tapi ya sudahlah, saya mencoba membuang rasa menyesal dan sakit itu, dengan niat Lillahi Ta'ala saya berjanji pada diri saya bahwa saya akan memberikan yang terbaik disini (read Universitas Jember) dan teruntuk orang tua. Tahun pertama saya rasakan gejolak yang sangat luar biasa, bagaimana tidak untuk menerima dan diterima di lingkungan baru manusia butuh apa yang dinamakan adaptasi. Lingkungan kampus, matakuliah, dosen, hingga letak kampus yang membuat saya shock sungguh 180 derajat berbeda dengan apa yang saya rasakan ketika SMA. Sempat saya berfikiran untuk berhenti, namun lagi-lagi orang tua yang menguatkan hati saya. Dan alhasil saya mampu bertahan hingga sekarang ini (read semester 5). Semua yang saya inginkan dapat saya penuhi disini dengan usaha keras yang saya bangun, pencapaian mimpi dan pandangan hidup yang lebih jelas saya temuka disini. Mendapat teman yang super gokil, kocak, dan kekompakan yang selalu dibangun saya dapatkan disini. Sehati dan sepenanggungan sebagai seorang perantau di kota orang membuat kami mengerti pentingnya sebuah kekeluargaan, dan disinilah saya temukan keluarga serta rumah kedua saya. Terimakasi dolor-dolor Sate_UJ sesuatu yang sangat luar biasa kalian hadirkan di kampus kita ini setidaknya disini saya menemukan semuanya, dan terimakasi dolor-dolor Elektro atas kekompakan dan kedisiplinan yang selalu dihadirkan. Hanya orang-orang yang melihat kita dari sisi tertentu saja yang mengatakan kita arogan, padahal niat dan harapan yang tulus menjadikan calon dolor-dolor teknik yang lain menjadi pribadi yang unggul dan disiplin yang sudah disalah artikan. Dan pada hakikatnya kehidupan di luar sana lebih keras dari kehidupan kami anak Teknik. :)

Minggu, 28 September 2014

Elektro Tetep Dolor

"Pernah gak kalian punya angkatan yang kompak banget kyak sodara sendiri?" Ini lihat kekompakan angkatan kami teknik Elektro 2012 (SaTe_UJ). Foto ini diambil pas waktu arak-arakan wisuda, di elektro sudah menjadi tradisi bahwa setiap wisuda akan diarak menuju gedung Soetarjo untuk penghormatan terakhir. Lihat kegembiraan kita dalam mengantar mas-mas dan mbak-mbak wisuda, ditengah pagi yang masih berkabut kami sangat antusias untuk meramaikan acara ini. Tak lupa alunan nada pun ramai-ramai kita nyanyikan sebagai pengusir rasa kantuk di pagi yang damai itu. Langkah kaki yang pelan namun pasti seakan mampu mengusir hawa dingin yang mulai menusuk tulang-tulang kami.

Foto 1. Waktu arak-arakan wisuda

Foto 2. Wisudawan dan wisuda wati tiba di skitar TKP

Elektro itu penuh inspirasi, penuh tantangan, dan penuh cobaan :D namun kebersamaan dan kekompakan yang mampu merubah tantangan menjadi keberhasilan, dan merubah cobaan menjadi keberuntungan.

Foto 3. Kumpul angkatan 2012

Ini foto kita waktu kumpul angkatan, kalo gak banjir-banjirnya dengan tugas dan laporan kita sering mengadakan kumpul angkatan secara rutin. Mungkin banyak yang tanya "Apa sih yang diomongin pas waktu kumpul angkatan?" Kalo ngomongin apa yang diomongin, ya banyak mulai dari masalah head shoot, tugas, sampai hal-hal yang sama sekali gak penting. Tapi seru sih, setidaknya dengan diadakannya kumpul angkatan kita merasa benar-benar memiliki keluarga besar disini yang mayoritas sedang mengembara di kota Jember tercinta :D . Selama kurang lebih dua tahun kita disini banyak banget karakter-karakter dari masing-masing individu yang sudah terbaca. Tidak mudah menyatukan misi, tujuan dan tindakan lebih dari seratus mahasiswa namun berkat sang leader yang loyal dan kekompakan teman-teman Sa_Te UJ sepertinya tidak ada yang tidak mungkin. Alhasil kegiatan akbar kita di awal bulan September ini selesai dilaksanakan yaitu study excursie, berikut ini adalah foto selanjutnya yang sebagai simbul kekompakan kami:

Foto 4. SE ala Sa_te UJ

Selain foto-foto ini masih buaaannnkkk lagi foto kebersamaan kami, yuuk intip foto-foto selanjutnya :D

Foto 5. Refreshing bareng di Papuma

Ini foto terakhir kami bersama temen kami tercinta Alm. Furqon, semoga ananda diberi tempat terindah disisi Nya, Alloh SWT. Saat itu elektro sangat berduka pasalnya kehilangan sosok yang sangat religious, sabar, ramah, serta cerdas. Selamat jalan Furqon selamat jalan teman, semoga kau tenang disana amin. Dan ini adalah foto saat Sa_Te UJ slamatan selepas mengirim doa untuk teman kami Alm. Furqon.

Foto 6. Selepas mendoakan teman kami tercinta

Teman, selalu doakan kami disini untuk mendapat ilmu yang bermanfaat, barokah yang di ridhoi Alloh SWT perjuangan mu untuk menyelesaikan pendidikan di teknik akan kami teruskan teman, doa kita juga selalu menyertai mu.
Masih banyak kekompakan dan kebersamaan kami yang lain, contoh simpelnya waktu turnamen futsal angkatan dari kami yang paling banyak pendukungnya. Ini nih lihat fotonya:

 Foto 7. Para artis lapangan mulai mengheningkan cipta

 Foto 8. Pendukung yang mulai was-was :D

 Foto 9. Ini dia bener kami Sa_te UJ 2012  :D

Foto 10. Para pendukung Sa_te UJ yang membludak

Foto-foto di atas hanya sebagaian kecil yang merangkum kebersamaan kami Elektro 2012, lantas selama kurang lebih dua tahun kedepan kita akan berpisah untuk menentukan jalan hidup kita masing-masing. Trimakasi kawan, trimakasi Sa_te UJ kebersamaan ini tak akan pernah saya lupakan sampai nanti dan selamanya. Elektro dolor dolor dolor.... :)

Senin, 25 Agustus 2014

Fatamorgana

Tiada hari tanpa sebuah kata,
Kata yang hanya sebuah makna kiasan terlontar setiap detiknya,
Aku menyadari akan hal itu, aku merasakan kicauan mereka
Tapi, batin hanya terpaku berselimut ribuan nada tanpa irama
Dunia tahu, Tuhan pun juga tahu
Aku selalu bersyair bersama angin yang selalu menerbangkan harapan ku lusa
 Aku menyaksikan dengan mata telanjang bergejolak dalam nada
Nada yang selalu menuntun ku bersama jalan mu
Berjalan kita semua,
Dan impian ku ingin menerbangkan imajinasi dan harapan bersama langkah kaki mu

Sabtu, 05 April 2014

KEHIDUPAN




Sore itu, senja mulai bertasbih di langit yang masih terlihat perawan burung-burung elang pun seperti enggan berlalu lalang diantara butiran-butiran awan yang menambah cantik aura langit sore itu. Bertengadahlah sosok seorang wanita keriput di atas dipan yang reot memohon untuk kebahagian anak tunggalnya Maria, masyarakat biasa memanggil wanita tua itu dengan sebutan mak Inah. Wanita yang rambutnya penuh dengan uban itu memandang tajam ke langit, melihat ke Besaran Sang Khaliq mendesain bumi beserta isinya dengan sangat sempurna. Mak Inah berandai jikalau hidup Maria sesempurna seperti Sang Khaliq mendesain bumi beserta isinya, lantas meneteslah air mata yang bersumber dari mata seorang ibu tua itu. Mak Inah tidak berharap apa pun untuk hidupnya, dia hanya menginginkan sebuah kebahagian untuk putri semata wayangnya itu.
Maria yang duduk termenung seakan tersenyum kagum pada perjuangan yang dilakukan ibu  yang telah menjadi tambatan hatinya. Perempuan tua yang kulitnya termakan oleh usia itu mengorbankan nyawa demi buah hati yang ia banggakan. Maria bangga memiliki sosok ibu yang berjuang mati-matian demi hidup dan pendidikan nya. Walaupun hidup dibawah garis kemiskinan namun mak Inah sangat menganjurkan untuk Maria melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Mak Inah yang hanya lulus sekolah dasar tidak menginginkan putrinya bernasib sama seperti dirinya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Mak Inah selalu mengusahakan memberi Maria makanan yang bergizi, walaupun mereka dari keluarga kurang mampu tapi bagi mak Inah makan makanan yang bergizi itu penting walau hanya empat sehat tanpa lima sempurna.
Di dalam gubuk reot yang berdindingkan bambu itu lah mak Inah hidup bersama putrinya, lantaran hidup mereka yang serba pas-pasan pak Rojak suami mak Inah meninggalkan mak Inah dan Maria dengan keadan Maria yang masih berumur tiga tahun. Kebiasan pak Rojak yang suka berjudi ayam malah membuat hidup mak Inah sekeluarga serba terbelit, ditambah lagi pak Rojak yang hanya menggantungkan hidup dari hasil buruh istrinya.
 “ Mak, mengapa bapak tidak mau sekedar mengunjungi kita? Apakah bapak tidak mau melihat anaknya yang sudah tumbuh dewasa ini?” tanya si gadis yang duduk termenung di samping ibunya itu.
 Sesekali wanita tua itu mengelap matanya yang mulai lembab, “ Suatu saat nanti mungkin bapak kembali kesini nduk”. Kedua prempuan itu saling bertatapan, menetaslah air mata kesucian dari kedua wanita itu.
****

Sabtu, 29 Maret 2014

Embun Pagi



Embun – embun pagi menangis pada matahari
Jalanan penuh akan guratan wajah – wajah anak manusia yang tak berdosa
Putra putri Bangsa yang lusuh akan kesengsaran yang menimpa
Kemiskinan menjadi timbul kebodohannya
Mereka yang bertahta hanya diam seakan tak bernyawa
Manusia yang pintar namun tolol akan akhlaknya
Mengambil keuntungan di atas tangisannya
Para anak jalanan….
Cute Rocking Baby Monkey