Kurang lebih dua tahun silam, sesuatu yang tidak pernah disangka dan tak sedikit pun dinyana. Hanya sekedar ingin menuruti kehendak orang tua, aku pun menjatuhkan pilihan ku di Universitas Jember ini. Ya, hanya karena orang tua aku berada di tempat ini. Bukan sebuah penyesalan yang akan saya utarakan, namun berkah atas tujuan yang sama sekali tidak pernah ada dibenak saya untuk melanjutkan sekolah di Universitas ini. Bayangkan saja mimpi dan harapan sejak saya mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) tepatnya di semester pertama, waktu itu saya terlanjur jatuh cinta dengan Universitas Airlangga, Surabaya. Segala upaya dan usaha saya lakukan untuk dapat masuk di salah satu universitas keren di Indonesia itu, namun nasib berkata lain penentangan oleh orang tua dengan alasan bahwa letaknya yang jauh dari kota dimana saya dibesarkan yaitu Banyuwangi, alasan yang kedua mungkin karena saya prempuan maka tidak diijinkan jika jauh dari orang tua.
Awal yang membuat saya jatuh cinta dan ingin melanjutkan sekolah di Universitas Airlangga, Surabaya yaitu pertama karena namanya yang keren. hehehe... Karena pada awal kita masuk SMA guru BK (Bimbingan Konseling) memberikan tugas mengenai universitas mana yang akan kami ambil setelah lulus dari SMA sebab sekolah kami bukan sekolah kejuruan jadi wajar kalau kebanyakan orang berpendapat bahwa lulusan SMA butuh sekolah yang berkelanjutan yaitu kuliah. Dengan sigap dan penuh semangat saya langsung tanya ke mbah google, mula-mula saya ketok pintu rumah mbah google dan mengetikkan universitas negeri di Jawa Timur dan mbah google pun menjawab pertanyaan saya, dia tampilkan universitas-universitas yang ada di Jawa Timur salah satunya Universitas Airlangga, yang pertama ada dibenak saya "ahaaa,, nama yang cukup keren" :D tidak menunggu waktu lama, saya langsung buka profile universitas tersebut beserta jurusannya. Tepat sekali ada salah satu jurusan di universitas tersebut yang membuat saya semakin jatuh cinta yaitu fisika.
Mimpi itu tetap saya bawa hingga kelas tiga SMA, dan pada akhirnya kesempatan emas muncul. Salah satu
teacher menunjuk saya dan rekan saya untuk mengikuti olimpiade fisika yang diadakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya, dengan semangat dan bahagia tiada tara kami berlatih serta selalu dibimbing oleh
teacher untuk memecahkan persoalan fisika. Mulai dari materi persamaan vektor, mekanika, GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan), GLB (Gerak Lurus Beraturan), Fluida, dll, rumus fisika makanan pagi kami. Mulai dari rumus Ek= 1/2mv
2, Em=Ek+Ep, dll. mulai dari babak penyisian yang kami lalui yang bertempatkan di salah satu sekolah di kota Genteng, Banyuwangi. Dan untuk peserta yang berhasil masuk ke babak semifinal akan diumumkan pada tanggal 20 pukul 21.00 WIB (untuk bulannya saya lupa) :D, dan syukur Alhamdulillah kami masuk ke babak semifinal, event itu merupakan event tahunan dimana setiap team terdiri dari dua orang. Rasa bahagia menyelimuti hati kami, bagaimana tidak dengan hitungan hari kami
go to Unair bukan untuk
melancong terlebih membawa nama almamater sampai tingkat provinsi. Sesuatu yang luar biasa bagi saya akhirnya saya bisa lebih dekat dan sedikit lebih dalam mengetahui Universitas Airlangga yang sedari dulu saya impi-impikan. Jika temen-temen ingin melihat brosur lombanya klik
disini
Waktu berlalu begitu cepat dan harapan saya kandas, pasalnya keinginan yang tidak sejalan dengan kemauan orang tua. Rasa sakit itu ada disini
dihati, kalo kata anak gaul sekarang
"sakiiitttnyaaa tuucchh disiniiii". Tapi ya sudahlah demi orang tua, saya menurunkan ego saya. Pada saat itu saya mendaftar PMDK di Politeknik Negeri Jember dengan mengambil jurusan yang pertama Teknik Energi Terbarukan (TET) dan Alhamdulillah saya lolos seleksi tahap awal, untuk tes tahap berikutnya yaitu tes wawancara saat itu nomor urut tes wawancara saya 572 dan pelaksanaannya pada tanggal 6-7 Juni 2012. Disitu kami dibagi dua gelombang berdasarkan nomor urut tes, pada gelombang 1 untuk nomor urut 1-256 tes dilaksanakan tanggal 4 dan 5 Juni 2012, dan gelombang ke dua tes dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juni 2012 dengan nomor tes 257-660. Namun, saya mangkir dari tes wawancara tersebut. Pasalnya, pengumuman SNMPTN Undangan lebih dulu keluar dibandingkan tanggal pelaksanaan tes wawancara POLIJE. Dan Alhamdulillah saat itu saya diterima di Universitas Jember (UJ) di fakultas teknik jurusan teknik elektro, ada rasa senang dihati saya sebab saya tak perlu susah-susah merebutkan kursi di PTN. Tapi, perasaan sedih muncul
"andaikan aku diam-diam daftar di Unair dan diterima disana pastilah orang tua akan menghendaki karena sebuah alasan yang akan saya buat mulai dari alasan A sampai Z" tapi ya sudahlah, saya mencoba membuang rasa menyesal dan sakit itu, dengan niat Lillahi Ta'ala saya berjanji pada diri saya bahwa saya akan memberikan yang terbaik disini
(read Universitas Jember) dan teruntuk orang tua
. Tahun pertama saya rasakan gejolak yang sangat luar biasa, bagaimana tidak untuk menerima dan diterima di lingkungan baru manusia butuh apa yang dinamakan adaptasi. Lingkungan kampus, matakuliah, dosen, hingga letak kampus yang membuat saya
shock sungguh 180 derajat berbeda dengan apa yang saya rasakan ketika SMA. Sempat saya berfikiran untuk berhenti, namun lagi-lagi orang tua yang menguatkan hati saya. Dan alhasil saya mampu bertahan hingga sekarang ini
(read semester 5). Semua yang saya inginkan dapat saya penuhi disini dengan usaha keras yang saya bangun, pencapaian mimpi dan pandangan hidup yang lebih jelas saya temuka disini. Mendapat teman yang super gokil, kocak, dan kekompakan yang selalu dibangun saya dapatkan disini. Sehati dan sepenanggungan sebagai seorang perantau di kota orang membuat kami mengerti pentingnya sebuah kekeluargaan, dan disinilah saya temukan keluarga serta rumah kedua saya. Terimakasi dolor-dolor Sate_UJ sesuatu yang sangat luar biasa kalian hadirkan di kampus kita ini setidaknya disini saya menemukan semuanya, dan terimakasi dolor-dolor Elektro atas kekompakan dan kedisiplinan yang selalu dihadirkan. Hanya orang-orang yang melihat kita dari sisi tertentu saja yang mengatakan kita
arogan, padahal niat dan harapan yang tulus menjadikan calon dolor-dolor teknik yang lain menjadi pribadi yang unggul dan disiplin yang sudah disalah artikan. Dan pada hakikatnya kehidupan di luar sana lebih keras dari kehidupan kami anak Teknik. :)